Tanjung Bira

Halo Darlings,

Sudah lama banget rasanya kepengen nulis blog dan baru kesampaian sekarang. Yeay! Mumpung ada bahan nulis nih ihihi. Nah gw akan sharing pengalaman traveling ke Bira & Maratua kemarin ya 😀

Semua bermula dari datangnya undangan nikahan temen-temen suami gw (panggil saja doi Ubibo) seminggu sebelumnya, satu di Makassar dan satunya lagi Balikpapan. Trus Ubibo nyeletuk “Waaah bisa nih kita datengin satu-satu sambil liburan. Aku set plan ya!”

And as always, he keeps the traveling plan on secret. Sudah jadi kebiasaan Ubibo semenjak honeymoon suka buat planning yang gw ga boleh tau dan dia selalu digging information to the roots tentang tempat yang akan dikunjungi serta mencari tempat terbaik (ada bintang kurang satu di reviewnya aja udah diskip sama doi). Semua ini dilalukan katanya biar surprise hihihi and he never fails on it! ❤

Tujuan liburan yang dirahasiakan tentu bisa jadi tricky banget buat mamak-mamak macem gw ini dalam packing dan biasanya kalimat sakti yang keluar pas packing yaitu “Kita mau ke gunung atau pantai? Biar ga saltum nih. Oia berapa hari? Pindah-pindah ga? Kalau ga pindah, aku mau bawa rinso biar bisa nyuci di sana.” Dan jawaban dia “Pantai…”

Oia pada perjalanan ini akhirnya kami memutuskan untuk ga bawa Kimo (our 3-yo little girl) karena takut kasihan diajak perjalanan jauh. Based on informasi dari Bibo katanya akan ada perjalanan darat dengan waktu tempuh lama. Wah kasihan juga sih kalau ga di bawa tapi kapan lagi honeymoon part. 2? Hihihii. Nah sekedar tips untuk para ortu yang akan ninggalin anak-anaknya berlibur, sehari sebelumnya kami bicara jujur ke Kimo kalau akan liburan tanpa dia.

Ubibo & Gw: Kimo, besok PapaMama mau liburan dulu ya.

Kimo: Kimo ikut kan?

UG: Kimo di rumah sama Bibi (adik gw). Gapapa ya? Nanti pulangnya, PapaMama ajak Kimo liburan juga. Okey?

Kimo: Ohgitu.. Okey!!

Alhamdulillah.. Selama ditinggal, ga ada kendala berarti sama Kimo walaupun terkadang dia males sekolah dan les nari. Setidaknya ga melulu nyariin kami hahaha.

Tanjung Bira

Perjalanan dimulai hari Rabu subuh, tanggal 4 Januari 2016 ke Makassar. Sampai di sana, sudah ada mobil sewaan tanpa supir yang dipesan Ubibo dan langsung menuju Sop Konro Karebosi di Jalan Gunung Lompobattang dekat Lapangan Karebosi. Ubibo pesen Sop Konro dan gw pesen Konro Bakar.. Rasanya? Endeeeeuuusss wwooohhooo..!!

FHD0243

Setelah kenyang, perjalanan langsung dilanjutkan menuju Tanjung Bira. Pas lihat Maps, gw nyeletuk “Astagaaa… ini jauh banget jaraknya”. Yoi…6 jam perjalanan permisaaah, dari ujung ke ujung. Oia untuk kalian yang baru pertama kali ke Makassar dan sekitarnya, jangan kaget ya dengan cara berkendara masyarakat sekitar. We call it “Honking all day long!” :’)

Ta daa.. Sampailah kami di Tanjung Bira. Perjalanan 6 jam pun terasa worth it pas lihat bungalow yang kami tinggali dan pantai pasir putih di bawahnya. Kami menginap di Cosmos Bungalow (http://cosmosbungalows.com/). Ownernya orang UK, namanya Jordan. Tempatnya ga begitu besar & ga ada fasilitas AC. Tapi soal pelayanan & makanan? Juara! Staffnya orang lokal dan humble sekali. Oia.. Bagi yang suka anjing & kucing, cocok nih. Mereka ada di setiap sudut tapi lingkungan tetap bersih.

cosmos

Besokannya kami langsung snorkeling… Ada 3 pulau yang biasa menjadi tujuan snorkeling yaitu Pulau Liukang (Pulau Penyu), Pulau Kambing dan Pulau Selayar (biasanya para divers ke sini karena kalau berutung bisa ketemu Hammer Shark). Untuk menuju pulau tersebut, tentunya kita mesti sewa speed boat dengan harga bervariasi.

Staff di Cosmos menawarkan harga Rp. 800,000 including Banana Boat sepuasnya dan dijemput langsung di bungalow incl alat snorkle. Ada juga yang nawarin Rp. 600,000 excluding Banana Boat & alat snorkle. Mayan ya harganya….tapi alhamdulillah pas lagi dinner ketemu group 4 cowo yang juga lagi pada liburan. Dan langsung lah kita tawarin buat sharing boat yang Rp. 800,000 dan mereka mau! Yeaaay jadi seorang cuma sekitar Rp. 135,000. Lumayan banget buat menghemat hihihi.

Perjalanan dimulai dari Cosmos menuju Pulau Kambing dan para cowo-cowo duduk di Banana Boat biar makin seru. Sedangkan gw duduk manis di Boat. Sebenarnya karena takut mendadak kelelep di tengah laut sih pas ombak datang ehehhe. Sesampainya di Pulau Kambing, langsung nyelem dan MashaAllah….terumbu karangnya masih terjaga banget. Ketemu temen-temennya Nemo.

tj bira

Ga kerasa snorkeling sejam lebih dan berhenti karena ada satu orang yang mendadak lemes karena kelamaan nyelem. Cuuuss istirahat. Oia pagi tadi arus bawah lautnya lumayan kenceng. Jadi tetap waspada yaa.

Setelah itu, kami menuju Pulau Liukang dan diarahkan ke satu rumah panggung untuk melihat dan berenang bareng sama penyu. Untuk naik ke rumah itu dikenakan biaya Rp. 10,000/orang. Jujur sih….Pulau Kambing way much better untuk urusan bawah laut. Jadi kami ga lama-lama di sini.

FHD0273
Selfie dulu yes!

Karena udah pada kecapean, jadinya kami memutuskan untuk pulang dan ga lupa dong ditutup dengan main Banana Boat di depan Cosmos.. Yeay!!

Well..sepanjang perjalanan yang gw ucapkan hanya “Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.. Allah Maha Baik. Terima kasih & terimalah rasa syukurku”

*mendadak jadi Mamah Dedeh 😉

Advertisements

2 thoughts on “Tanjung Bira

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s