Makassar

Halo Darlings,

Setelah puas bermain di Tanjung Bira, sampailah kami kembali di Makassar hari Jumat, 8 Januari 2016. Menempuh perjalanan 6 jam itu pastinya melelahkan dan membuat perut lapar.

Okeriooo.. next destination haruslah makanan khas yang super endeus yaitu Pallu Basa Serigala. Pas denger namanya, yang ada di kepala sih porsi makanan yang gede…NOT! Ternyata itu nama jalan ehehe. Warung makan ini terletak di Jalan Serigala dan kalau ga salah cuma ada satu jenis makanan & minuman ya, Pallu Basa dan Teh Manis. Dan di sinilah diet nasi gw bubar untuk kesekian kalinya ehehehe 😀

IMG_1420.JPG
Pallu Basa Serigala

Pallu Basa.. checked!

Next, Es Pisang Ijo Bravo yang beralamat di Jalan Andalas No. 145. Sebelum ke Makassar pun, nyokap udah wanti-wanti buat ke sini karena es pisang ijonya dahsyat….eh bener lho doi! Pisangnya manis dan lembut trus ga begitu eneg 🙂 Selain itu, kami juga pesen Jalang Kote yang sebenernya mirip sama Pastel. Isiannya ada toge, wortel, telur.

IMG_1421.JPG
Jalang Kote & Es Pisang Ijo Bravo

Wisata kuliner siang hari beres dan kami langsung menuju hotel ASTON Makassar untuk rebahan sebentar. Surprisingly, hotel ini memiliki indoor swimming pool yang ukurannya panjang pakai banget dan terletak di lantai 15. Puas deh bakar lemak di swimming pool itu dan dilanjutin jacuzzi plus sauna yang bentukannya unik banget seperti kotak kaca dan bisa kelihatan dari luar.

Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore…saatnya kita jalan-jalan ke Pantai Losari biar afdol ehehe. Karena jaraknya cukup dekat dengan hotel, jadi kami memutuskan untuk jalan kaki saja dan sambil foto-foto. Sepanjang Pantai Losari dan sore hari, pasti kalian akan menemukan sederetan pedagang Pressed Banana alias Pisang Epe hihihi. Penasaran sama pisang ini akhirnya kami pesan satu porsi dengan harga Rp. 10,000 dan rasanya…………….B! alias biasa 😉 mungkin karena pisangnya sudah lama di luar kali ya atau tadi siang gw udah keburu nyicipin makanan yang maha enak ehehe.

IMG_1430
Strolling around and taking a mandatory wefie 😉

Air Terjun Bantimurung

Hari selanjutnya kami dedikasikan khusus untuk muter-muter kota Makassar dan sekitranya. First stop, Bantimurung Waterfall yang mempunyai waktu tempuh satu jam saja dari Makassar dan berada di Kabupaten Maros. Seperti biasa dong gw nanya Ubibo ada apaan di sana? Gw mikirnya palingan cuma air terjun biasa….ternyata air terjunnya GEDE BANGET. Airnya dingin dan udaranya sejuk. Part paling serunya kalian bisa sewa ban dengan harga Rp. 25,000 dan uji nyali mini rafting dari bawah air terjun yang tentunya debit airnya kenceng banget. Selain air terjun, sekitar 1 km ke atas ada goa tempat bertapanya Raja Bantimurung dan ada air yang konon kalau dibasuh atau diminum bisa mengabulkan permintaan. Nah uniknya, setiap orang yang minum air tersebut rasanya berbeda-beda. Kata juru kunci di situ, semua balik lagi ke niat atau personal orangnya. Gw merasakan rasa manis segar dan Ubibo merasakan rasa seperti air dicampur belerang. Hihihih relax…to me, you are still the sweetest, Ubibo!

bantimurung 2.jpg

Taman Prasejarah Leang-Leang

Second stop, Taman Prasejarah Leang-Leang yang di dalamnya terdapat dua goa dengan lukisan tangan yang menurut studi para peneliti merupakan lukisan tertua di dunia dengan umur mencapai 30,000 tahun. Perjalanan dari Bantimurung ke goa ini cukup 15 menit saja dan selama perjalanan kalian akan merasa takjub ada batu unik besar yang tetiba nemplok di tengah sawah dan akan semakin banyak ditemukan pada saat di kawasan taman prasejarah. Dengan berbekal Guide, kami bisa menyaksikan langsung lukisan unik yang dimaksud. Kalau tidak menggunakan Guide, kita ga bisa masuk karena goa tersebut sengaja dikunci agar terhindar dari tangan-tangan jahil. Nah sebenarnya banyak goa-goa yang ada lukisan tangan ini di Sulawesi Selatan, tapi yang dibuka hanya dua goa. Kalau kalian mau lihat lukisan lainnya, harus ada surat izin resmi dari pemerintah setempat yang dikeluarkan di kantor yang bertempat di Benteng Fort Rotterdam, Makassar.

leang 2

leang

IMG_6638.JPG

 

Benteng Fort Rotterdam

Jujur ya.. baru semenjak menikah dengan Ubibo, gw jadi lumayan suka dengan kegiatan berkunjung ke museum. Ternyata seru juga…apalagi kalau didampingi sama Guidenya. Jadi makin ngerti deh sejarah museum tersebut. Benteng Fort Rotterdam ini dulunya merupakan Benteng Kerajaan Goa yang pada akhirnya dikuasai oleh pemerintah Belanda dan mempunyai luas sekitar 3 hektar. Singkat cerita, di dalam benteng ini pula Pangeran Dipenogoro pernah menjadi tawanan hingga akhir hayatnya.

IMG_1482.JPG
Ruangan tempat Pangeran Diponegoro menghembuskan nafas terakhir

Culinary and The Wedding

Oia wisata kuliner pada waktu itu, kami sempat nyobain Mie Titi yaitu mie kering yang diseduh dengan kuah semacam capcay dan malamnya nyobain Bakso Ati Raja. Bakso Ati Raja ini seperti bakso pada umumnya dengan campuran bakso goreng. Kalian mesti coba. IMO, this is the best meatballs ever!! 😀

Beres muter-muter, besokannya kami langsung bersiap untuk menghadiri pernikahan teman kantor Ubibo and I always love traditional wedding… terutama baju tradisionalnya. So fancy!!

6853_10206861097740222_9191486495010546942_n.jpg

wedding.jpg

Yap selesai sudah perjalanan kami di Makassar dan kami langsung bersiap kembali packing barang-barang di hotel untuk menuju tempat tujuan selanjutnya……

Balikpapan, Maratua, Kakaban dan Sangalaki 🙂

Overall liburan di Sulawesi Selatan ini sangat menyenangkan. Dari wisata darat, laut, makanan sampai belajar sejarah.

God bless Sulawesi. Sampai berjumpa ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s